By artikel :Andrewhu
Diceritakan tentang sebuah kejadian yang dialami dua orang
pemancing yang sama-sama hebat, berinisial A dan B. Kedua pemancing itu selalu
mendapatkan banyak ikan. Pernah kedua pemancing tersebut didatangi oleh 10
pemancing lain ketika memancing di sebuah danau. Seperti biasa, kedua pemancing
itu mendapatkan cukup banyak ikan. Sedangkan 10 pemancing lainnya hanya bisa
gigit jari, karena tak satupun ikan menghampiri kail mereka.
Ke sepuluh pemancing amatir itu ingin sekali belajar cara
memancing kepada kedua pemancing hebat tersebut. Tetapi keinginan mereka tidak
direspon oleh pemancing berinisial A. Sebaliknya, pemancing berinisial A
tersebut menunjukkan sikap kurang senang dan terganggu oleh kehadiran
pemancing-pemancing amatir itu.
Tetapi pemancing berinisial B menunjukkan
sikap yang berbeda. Ia bersedia menjelaskan tehnik memancing yang baik kepada
ke-10 pemancing lainnya, dengan syarat masing-masing diantara mereka harus
memberikan seekor ikan kepada B sebagai bonus jika masing-masing diantara
mereka mendapatkan 10 ekor ikan. Tetapi jika jumlah ikan tangkapan
masing-masing diantara mereka kurang dari 10, maka mereka tidak perlu
memberikan apapun.
Persyaratan tersebut disetujui, dan mereka dengan cepat belajar
tentang tehnik memancing kepada B. Dalam waktu dua jam, masing-masing diantara
pemancing itu mendapatkan sedikitnya sebakul ikan. Otomatis si B mendapatkan
banyak keuntungan. Disamping mendapatkan ‘bonus’ ikan dari masing-masing
pemancing bimbingannya, si B juga mendapatkan 10 orang teman baru. Sementara
pemancing A, yang pelit membagi ilmu, tidak mendapatkan keuntungan sebesar
keuntungan yang didapatkan oleh si B.
Pesan :
Kisah di atas menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan akan jauh
lebih bermanfaat bila diamalkan. “Hanya dengan cara kita mengembangkan
orang lain yang membuat kita berhasil selamanya,” kata Harvey S. Fire
Stone. Karena tindakan tersebut disamping menjadikan kita lebih menguasai ilmu
pengetahuan, kita juga mendapatkan keuntungan dari segi finansial, pengembangan
hubungan sosial, dan lain sebagainya. “Jika Anda membantu lebih banyak
orang untuk mencapai impiannya, impian Anda akan tercapai,” imbuh Zig
Ziglar, seorang motivator ternama di Amerika Serikat.
Bentuk pemberian tak harus berupa uang, ilmu pengetahuan dan
lain sebagainya, melainkan juga dalam bentuk kasih sayang, perhatian,
loyalitas, motivasi, bimbingan dan lain sebagainya semampu yang dapat kita
berikan. “Make yourself necessary to somebody. – Jadikan dirimu berarti
bagi orang lain,” kata Ralph Waldo Emerson. Kebiasaan memberi seperti itu
selain memudahkan kita memperluas jalinan hubungan sosial, tetapi juga
membangun optimisme karena merasa kehidupan kita lebih berarti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar