By artikel : Andrewho
Dikisahkan tentang pengalaman unik seorang pemuda saat melintas di sebuah stasiun kereta api. Saat itu tanpa sengaja pandangan matanya tertuju pada seorang pedagang asongan cacat yang sedang menjajakan barang daganganya. Hatinya iba dan ingin melakukan sesuatu untuk orang itu.
Dengan cepat ia menarik selembar uang 20 ribuan dari dalam
dompetnya, lalu menyelipkan uang tersebut ke dalam saku pedagang itu. Tetapi
sejenak kemudian muncul perasaan bersalah dalam benaknya. Ia segera kembali
menghampiri pedagang asongan itu.
“Maafkan saya, Bapak adalah seorang pengusaha. Sekali lagi
maafkan tindakan saya, karena secara tidak langsung saya tadi sudah menganggap
Bapak seorang pengemis,” kata pemuda meminta maaf dan mengambil sebatang
pena lalu meninggalkan pedagang asongan itu.
Enam bulan kemudian, pemuda tersebut
melintasi stasiun kereta api yang sama. Kali ini ia merasa ada seseorang yang
sedang memanggil dirinya. “Hai Pak!” sapa seorang paruh baya pemilik
sebuah toko kelontong di dekat stasiun. “Saya sudah lama menunggu Bapak di
toko ini,” kata pemilik toko itu kepada si pemuda.
“Mungkin Bapak sudah lupa, saya adalah pedagang asongan
yang Bapak sebut waktu itu sebagai seorang pengusaha. Terus terang saya
termotivasi kata-kata Bapak yang menganggap saya seorang pengusaha, sehingga
saya berusaha keras untuk mendirikan toko ini,” jelas pedagang asongan itu
sambil menunjuk toko baru yang sekarang ia kelola bersama istrinya.
Pemuda itu terharu sekaligus senang. Ia sama sekali tidak
mengira pedagang asongan yang ia jumpai 6 bulan lalu sudah mempunyai sebuah
toko kelontong yang cukup besar.
Pesan :
Setiap manusia mempunyai potensi yang besar sebagai sarana
untuk mencapai keberhasilan dan bahagiaan dalam hidupnya. Meskipun ukuran
kesuksesan maupun kebahagiaan tersebut tidak dapat disama ratakan. Tetapi
secara garis besar keberhasilan dan kebahagiaan hidup seseorang dapat dilihat
dari kemajuan yang ia capai dari segi ekonomi, spiritual, dan lain sebagainya.
Potensi manusia yang teristimewa adalah kekuatan pikirannya.
Mayoritas manusia di dunia ini hanya menggunakan 10% dari kekuatan pikiran yang
mereka miliki. Padahal jika seseorang sudah terlatih dalam menggunakan kekuatan
pikiran, maka ia pasti mencapai kemajuan luar biasa.
Peningkatan kekuatan pikiran sangat berpengaruh terhadap
kemampuan nalar, daya ingat, dan pengambilan kebijakan strategis lainnya.
Kepercayaan diri juga merupakan salah satu produk kekuatan pikiran. Ralph Waldo
Emerson mengatakan, “Percaya diri adalah rahasia pertama kesuksesan.”
Kisah di atas menggambarkan kalimat dari si pemuda benar-benar menjadi
inspirasi sekaligus membangkitkan optimisme si pedagang asongan, sehingga ia
bertekad dan gigih untuk menciptakan usaha yang lebih besar.
Kekuatan pikiran sangat mempengaruhi kemauan dan tekad
seseorang. Seperti kata pepatah mengatakan, “Siapa yang berpikir dia bisa,
maka dia akan bisa menjadi siapapun yang dia inginkan.” Karena secara
tidak langsung ia akan terus berusaha mencari cara mewujudkan segala sesuatu
yang betul-betul diinginkannya. Karena itu asahlah pikiran hingga alam bawah
sadar kita hanya dipenuhi oleh hasrat yang kuat untuk meraih kesuksesan maupun
kebahagiaan yang kita harapkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar